Apple, Hipnotisme Sebuah Merk Global

Siapa yang tidak mengenal Apple, sebuah merk global. Beragam produk gadget dari perusahaan besutan Steve Jobs, mulai dari komputer hingga handphone, telah banyak digunakan oleh jutaan umat manusia di dunia.

Setiap peluncuran produk terbaru perusahaan berlambang apel digigit ini, selalu ditunggu dan disambut dengan antusias oleh para pengguna setianya.

iPhone, iPad, iPod, Macbook, iMac, Apple Watch, Apple TV, HomePod adalah deretan perangkat keras buatan Apple. Sedangkan macOS, iOS, watchOS, tvOS, iLife, iWork, Final Cut Pro, Logic Pro, GarageBand adalah deretan perangkat lunak Apple.

apple logo

Sejarah Berdirinya Apple

Apple didirikan pada bulan 1 April 1976 di Cupertino, California, Amerika Serikat oleh Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne dengan nama Apple Computer Company. Pada Januari 1977, Apple mengganti nama baru menjadi Apple Computer, Inc.

Pada Januari 2007, Steve Jobs mengumumkan penggantian nama menjadi Apple, Inc., untuk mencerminkan peralihan fokus perusahaan ke barang elektronik konsumen, yang ditandai pula setelahnya dengan meluncurkan iPhone, smartphone yang kemudian mendapat banyak pujian dan laris manis di pasar.

Majalah Fortune menasbihkan Apple sebagai perusahaan paling disukai di Amerika Serikat pada tahun 2008, dan disukai didunia sejak tahun 2008 sampai dengan 2012. Dan bahkan, Boston Consulting Group memberi gelar Apple sebagai merk yang paling inovatif di dunia setiap tahun sejak tahun 2005.

Baca juga: Apple Jadi Merek Top Amerika Pilihan Konsumen

Perkembangan Apple

Pada 24 Agustus 2011, Steve Jobs mundur dari jabatannya sebagai CEO, dan hanya 2 bulan setelahnya, yaitu pada 5 Oktober 2011, meninggal dunia karena penyakit kanker pankreas.

Posisinya digantikan oleh Tim Cook, yang telah malang melintang di Apple sejak tahun 1981. Sepeninggal Steve Jobs, Apple memasuki sebuah babak baru, melalui pendapatan tahunan global pada tahun 2017 yang mencapai US $229 miliar.

Hal tersebut dimulai pada tahun 2012, dimana Apple memperkenalkan iPhone 5 dengan layar yang sedikit lebih besar dari pendahulunya, iPhone 4S.

Walau banyak orang meragukan akan masa depan Apple pasca ditinggalkan Steve Jobs, namun dengan percaya diri Tim Cook mulai menunjukan kepiawaiannya dengan menaikkan harga saham perusahaan yang mencapai US $768 per lembar.

Baca juga: 9 Alasan Mengapa Anda Seharusnya Membeli iPhone XR dibanding iPhone XS

Pada tahun 2013, Apple memperkenalkan dua unit iPhone sekaligus, iPhone 5S dengan fitur sidik jari dan iPhone 5C dengan berbagai warna-warni. Di tahun ini, Omnicom Group merilis sebuah laporan tentang Best Global Brands, tepatnya pada 30 September 2013, dan menempatkan Apple sebagai merk paling bernilai di dunia mengalahkan Coca-cola.

Pada tahun 2014, di ajang World Wide Developers Conference (WWDC), Apple kembali memperkenalkan 2 buah unit iPhone dengan layar jumbo yang disebut sebagai iPhone 6 (4.7 inch) dan iPhone 6 Plus (5.5 inch). Selain kedua iPhone tersebut, Apple juga meluncurkan Apple Watch sebagai jam tangan pintar dan sistem pembayaran digital yang dinamakan Apple Pay.

Pada tahun 2015, Apple meluncurkan iPhone 6S dan 6S Plus yang dibalut dengan teknologi sentuhan 3D dan peningkatan kualitas kamera belakang menjadi 12 MP dan kamera depan menjadi 5 MP.

Di bulan Maret 2016, Apple meluncurkan iPhone SE berukuran layar 4 inch seperi iPhone 5S, namun dengan perangkat internal yang persis sama dengan iPhone 6S.

Pada bulan Juli 2016, Apple mengumumkan bahwa penjualan iPhone berbagai seri telah mencapai angka 1 miliar. Lalu, pada bulan September 2016, kembali iPhone merilis iPhone 7 dan iPhone 7 Plus yang didalamnya tersemat sistem dan performa grafis yang lebih canggih, kedap air, serta mengusung sistem dual camera.

Apple Saat Ini

Dengan jumlah 504 toko ritel yang tersebar di 24 negara di dunia, pada Agustus 2018, Apple menjadi perusahaan terbuka Amerika Serikat pertama yang nilainya diatas US $ 1 triliun.

Dari sisi pendapatan, Apple merupakan perusahaan teknologi informasi terbesar di dunia, dan menjadi produsen smartphone terbesar ketiga di dunia setelah Samsung dan Huawei.

Setahun berselang, tepatnya bulan September 2017, Apple kembali merilis iPhone 8 dan iPhone 8 Plus dengan prosesor yang lebih cepat, teknologi tampilan terbaru, sistem kamera terkini, dan pengisian daya nirkabel.

Apple juga sekaligus merilis iPhone X dengan perangkat lunak yang lebih mutakhir dibanding seri-seri yang dirilis sebelumnya, mengganti tombol fisik dengan mode face ID dengan bentuk yang nyaris tanpa bezel dan tetap menggunakan fitur pengisian daya nirkabel.

Dan di September 2018 ini, publik pecinta produk Apple, khususnya iPhone, sedang berharap-harap cemas menyambut kedatangan iPhone XS, iPhone XS Max, iPhone XR, serta Apple Watch Series 4 setelah peluncuran produk-produk tersebut di Steve Jobs Theater, Apple Park, Cupertino.

Baca juga: Apple Luncurkan Tiga Tipe iPhone Terbaru

Begitulah, produk-produk besutan Apple, terutama iPhone, dalam setiap peluncurannya bak medan magnet yang menarik pelanggan setianya untuk tetap memburu meski masih memiliki produk iPhone keluaran terakhir. 

Dari sisi harga, produk-produk Apple, yang dijual dengan varian terbatas, sudah menancapkan kakinya untuk kelas premium. Bahkan menurut penelitian NetRatings yang dirilis tahun 2002 menunjukkan bahwa rata-rata pelanggan Apple lebih kaya dan berpendidikan dari pada pelanggan perusahaan komputer pribadi lainnya.

Penelitian tersebut menunjukkan korelasi bisa jadi terbentuk karena rata-rata produk Apple lebih mahal dari pada produk komputer pribadi lainnya. Tidak peduli harganya, yang penting produknya melambungkan prestise pemiliknya, yang semakin menancapkan bahwa Apple merk global.(k@)